Analisis Data Kuantatif untuk Monitoring dan Evaluasi Organisasi Nirlaba

socia-research

 

Data kuantitatif merupakan data yang disajikan dalam bentuk numerik. Data ini dapat diukur (measurable) atau dihitung secara langsung sebagai variabel angka atau bilangan. Variabel dalam ilmu statistika adalah atribut, karakteristik, atau pengukuran yang mendeskripsikan suatu kasus atau objek penelitian.

Penelitian kuantitatif banyak digunakan untuk menguji suatu teori, menyajikan suatu fakta atau mendeskripsikan statistik, menunjukkan hubungan antarvariabel, dan ada pula yang bersifat mengembangkan konsep, mengembangkan pemahaman atau mendeskripsikan banyak hal, baik itu dalam ilmu-ilmu alam maupun ilmu-ilmu sosial.

Analisis data kuantitatif adalah proses penggunaan metode statistik untuk menggambarkan, meringkas, dan membandingkan berdasarkan jenis data yang dikumpulkan. Dengan menggunakan analisis data kuantitaif memungkinkan didapatkannya temuan evaluasi untuk memperkuat program organisasi yang dilaksanakan. Analisis data kuantitatif biasanya digunakan untuk analisis data hasil kuisioner.

Merencanakan Analisis Data Kuantitatif

Pelaksanaan analisis data kuantitatif bisa sangat sulit dan memakan waktu apabila tidak dipersiapkan dengan baik, berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan dalam mempersiapkan analisis data kuantitatif.

  1. Tentukan fokus

Pertimbangankan tujuan organisasi nirlaba melakukan evaluasi. Setiap informasi yang kamu kumpulkan harus dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman dan kemajuan program. Tidak bersifat bias dan memungkinkan untuk dilaksanakan.

  1. Tentukan siapa yang melakukan analisis data.

Pastikan orang yang akan melakukan analisis data kuantitatif memiliki pemahaman berdasarkan pelatihan dan pengalaman dalam menganalisis data. Apabila diperlukan, buatlah tim untuk analisis data secara sistematis guna menghindari terjadinya kesalahan analisis.

  1. Kembangkan sistem manajemen data

Manajemen data yang baik menunjukkan profesionalisme organisasi dalam melakukan evaluasi kinerja program. Oleh karena itu penting untuk melakukan penyimpanan dan mengatur data yang ada dalam bentuk spreadsheet/basis data. Sistem ini akan membantu meningkatkan kualitas data entri dan manajemen data.

  1. Gunakan software yang mendukung.

Pastikan organisasi mampu menghadirkan perangkat lunak yang mendukung untuk analisis data. Adanya software yang mendukung akan meningkatkan kinerja pengolahan data dan efektifitas pengerjaan evaluasi.

Melakukan tes analisis data kuantitatif

Analisis kuantitatif dapat didekati dari dua sudut pendekatan, yaitu analisis kuantitatif deskriptif dan analisis kuantitatif inferensial. Bagaimana teknik penggunaan masing-masing pendekatan tersebut ?

Mengenai data dengan statistik deskriptif  perlu memperhatikan terlebih dahulu jenis datanya. Jika peneliti mempunyai data diskrit, penyajian data yang dapat dilakukan adalah mencari frekuensi mutlak, frekuensi relatif (mencari persentase), serta mencari ukuran tendensi sentralnya yaitu: mode, median dan mean.

Fungsi statistik deskriptif antara lain mengklasifikasikan suatu data variabel berdasarkan kelompoknya masing-masing dari semula belum teratur dan mudah diinterpretasikan maksudnya oleh pihak yang membutuhkan informasi tentang keadaan variabel tersebut. Selain itu statistik deskriptif juga berfungsi menyajikan informasi sedemikian rupa, sehingga data yang dihasilkan dari evaluasi dapat dimanfaatkan oleh pihak yang membutuhkan.

Ciri analisis kuantitatif adalah selalu berhubungan dengan angka, baik angka yang diperoleh dari pencacahan maupun penghitungan. Data yang telah diperoleh dari pencacahan selanjutnya diolah dan disajikan dalam bentuk yang lebih mudah dimengerti oleh pengguna data tersebut. Sajian data kuantitatif sebagai hasil analisis kuantitatif dapat berupa angka-angka maupun gambar-gambar grafik.data ekstrim yang jatuh secara signifikan di atas atau di bawah.

  1. Analisis Kuantitatif Inferensial

Pemakaian analisis inferensial bertujuan untuk menghasilkan suatu temuan yang dapat digeneralisasikan  secara lebih luas ke dalam wilayah populasi. Di sini seorang peneliti akan selalu berhadapan dengan hipotesis nihil (Ho) sebagai dasar analisisnya untuk diuji secara empirik dengan statistik inferensial.

Jenis statistik inferensial cukup banyak ragamnya, Analis diberikan peluang sebebas-bebasnya untuk memilih teknik mana yang paling sesuai (bukan yang paling disukai) dengan sifat/jenis data yang dikumpulkan. Secara garis besar jenis analisis ini dibagi menjadi dua bagian. Pertama untuk jenis penelitian korelasional dan kedua untuk komparasi dan/atau eksperimen.

Manfaat Analisis Kuantitatif

  • Jenis analisis relatif mudah untuk dilakukan
  • Analisis ini menjawab objek evaluasi yang diharapkan
  • Hasil temuan bersifat real/konkret karena berdasarkan numberik

Kekurangan menggunakan data kuantitatif

  • Pengumpulan data relatif memakan waktu yang lama
  • Analisis ini tidak menjawab mengapa kesalahan dalam program bisa terjadi
  • Diperlukan analisis lanjutan untuk dapat menginterpretastikan hasil temuan dari analisis data.

 

REFERENSI:

  1. Pahala Nainggolan (2012). Manajemen Keuangan Lembaga Nirlaba. Jakarta: Yayasan Integrasi-Edukasi.
  2. Bambang Prasetyo, dkk. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif: Teori dan Aplikasi. Jakarta: PT Grafindo Persada
Visit Us On FacebookVisit Us On TwitterVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram