Cara Memperkenalkan Organisasi Melalui Media Sosial

oleh : khusuma ari

Getting-Started-With-Social-Media-Design_Banner-930x539

Di jaman modern ini, tidak dapat dipungkiri bahwa persebaran informasi bisa terjadi sangat cepat, terutama melalui media sosial. Penggunaan media sosial yang efektif pada sebuah organisasi sangat berpotensi untuk mengembangkan suatu program mulai dari meningkatkan kesadaran masyarakat, menjaring para relawan, hingga mengumpulkan berbagai sumber pendanaan. Namun tidak semua organisasi dapat memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dari platform ini karena di pengaruhi oleh beberapa faktor yang menyebabkan penggunaan media sosial menjadi kurang maksimal.

Berikut merupakan beberapa tips penggunaan media sosial untuk memperkenalkan organisasi :

  1. Pilih jenis media sosial yang ingin organisasi anda gunakan

Gunakan media sosial yang paling diminati oleh masyarakat atau kalangan tertentu yang sesuai dengan target program. Pastikan media sosial tersebut cukup mudah digunakan dan memberikan feedback yang responsif.

  1. Perkenalkan organisasi anda

Langkah berikutnya setelah membut akun pada media sosial adalah  memperkenalkan organisasi anda yaitu dengan mendeskripsikannya secara singkat atau dapat juga dengan memberikan link website organisasi anda ke profil media sosial. Hal ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepada publik mengenai organisasi anda.

  1. Ciptakan kesan yang baik

Kesan suatu organisasi dapat dinilai dari apa yang organisasi anda tampilkan. Buatlah profil yang menarik dengan gaya bahasa yang informatif dan komunikatif. Selain itu, jangan sungkan untuk meng ’follow’ orang atau organisasi lainnya yang terkait dengan organisasi anda. Hal ini bertujuan untuk menciptakan jaringan baru yang turut mendukung keberadaan akun organisasi anda di media sosial.

  1. Membuat konten yang menarik

Suatu akun media sosial menjadi menarik tergantung dari apa yang ditampilkan. Organisasi anda bisa memulainya dengan menampilkan postingan tentang  kegiatan organisasi, agenda kegiatan yang akan datang, dan hal lainnya yang menggambarkan organisasi anda. Sehingga memicu ketertarikan masyarakat yang melihat akun anda, memberi ‘like’ atau bahkan membagikan informasi tersebut ke akun lainnya.

  1. Konsisten

Hal yang paling sulit dilakukan oleh beberapa organisasi adalah terus konsisten untuk memperbaharui akun. Kebanyakan organisasi cenderung aktif hanya pada saat-saat tertentu saja, misalnya ketika ada agenda kegiatan. Selebihnya akun tersebut tidak diperbaharui bahkan cenderung tidak aktif. Hal ini membuat para pengikut akun anda menjadi tidak tertarik lagi untuk mengetahui aktivitas organisasi anda.

  1. Menjadi lebih kreatif

Banyaknya akun media sosial baik milik perseorangan maupun organisasi membuat anda harus berfikir lebih kreatif dan inovatif untuk membuat dan menampilkan konten yang lebih menonjol dibandingkan akun lainnya. Cara sederhana adalah dengan mengamati akun lain yang disukai oleh para pengikutnya, kemudian memodifikasi secara kreatif dengan menambahkan nilai dan ciri khas organisasi anda ke konten tersebut.

  1. Gunakan ‘tenaga ahli’

Apabila anda tidak cukup mahir dalam penggunaan media sosial, gunakan tenaga ahli yang mempunyai pengalaman, jangkauan jaringan yang luas dan mudah mempengaruhi para pengguna media sosial lain sehingga target program anda bisa terpenuhi.

social-media-moment

Kemajuan teknologi telah menawarkan berbagai kemudahan kepada organisasi untuk berbagi informasi ke masyarakat dengan biaya operasional yang rendah. Namun dalam pelaksanaannya harus tetap didukung oleh kelengkapan fasilitas dan sumber daya yang memenuhi prinsip komunikasi efektif sehingga dapat meningkatkan produktifitas dan performa organisasi. Penggunaan media sosial yang tepat dapat membantu organisasi untuk mendapatkan respon positif masyarakat terhadap programnya dan memberikan nilai manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

Informasi lebih lanjut mengenai pengenalan organisasi melalui media sosial, dapat kamu unduh melalu tautan berikut :

CARA MEMPERKENALKAN ORGANISASI MELALU MEDIA SOSIAL

Referensi :

  1. Arora S. (2016). Twitter for Good : 9 step for NGO’s to get Twitter. Tersedia https://www2.fundsforngos.org/featured/twitter-good-9-steps-ngos-get-twitter/ [19 Juni 2016]
  2. Chatfield, A. (2011) ISIT916:Organizational Issues and Information Technology. Faculty of Informatics, University of Wollongong.
  3. Joanne Fritz dalam artikelnya  12 Tips for Nonprofits On Getting Started With Social Media: Social Networking Is Investment in the Future yang dimuat di http://nonprofit.about.com/od/socialmedia/tp/Tipsstartsocialnetworking. htm
Visit Us On FacebookVisit Us On TwitterVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram