Hambatan dalam Pelaksanaan Pengendalian Internal Organisasi Nirlaba

internal control

Telah disampaikan dalam artikel sebelumnya bahwa pengendalian internal merupakan  sistem pengendalian manajemen sebagai suatu rangkaian tindakan dan aktivitas yang terjadi pada seluruh kegiatan organisasi dan berjalan secara terus-menerus. Pengendalian internal merupakan kegiatan yang sangat penting dalam pencapaian tujuan organisasi.

Pengendalian intern merupakan bagian integral dari proses manajemen, karena konsep sebuah pengendalian intern adalah proses (processes), dilaksanakan oleh manusia (affected to people) and tujuan yang diharapkan (objectives). Dengan begitu sebuah pengendalian intern berfungsi untuk memenuhi semua kebutuhan pihak yang berkepentingan yaitu entitas manajemen, auditor eksternal dan internal, dan pemegang otoritas. Tujuan dari pengendalian intern tidak hanya mencakup keandalaan pelaporan keuangan saja melainkan bagaimana sebuah kebijakan lebih mendapatkan hasil yang sesuai, efektif, dan efisien serta patuh terhadap hukum yang berlaku.

Tujuan sistem pengendalian intern menurut Krismiadji (2003:305) adalah untuk memberikan pengawasan yang memadai untuk menjamin bahwa:

  1. Semua transaksi telah diotorisasi secara tepat
  2. Semua transaksi yang dicatat adalah valid
  3. Semua transaksi yang valid dan diotorisasi telah dicatat
  4. Semua transaksi telah dicatat secara akurat
  5. Semua aktivitas dilindungi dari kehilangan atau pencurian
  6. Aktivitas bisnis dilaksanakan secara efektif dan efisien

Hard-Working-Business-Man

Namun pada kenyataannya, pengendalian internal tidak selalu berjalan dengan baik karena dipengaruhi oleh beberapa faktor keterbatasan yang justru biasanya berasal dari sistem yang terdapat dalam organisasi itu sendiri, yaitu:

  1. Kesalahan dalam pertimbangan. Seringkali, manajemen dan personel lain salah dalam mempertimbangkan keputusan organisasi yang diambil atau dalam melaksanakan tugas rutin karena kurang memadainya informasi, keterbatasan waktu, atau tekanan lain.
  2. Munculnya berbagai gangguan. Gangguan dalam pengendalian yang telah ditetapkan dapat terjadi karena kelalaian, tidak adanya perhatian, atau kelelahan
  3. Tindakan bersama beberapa individu untuk tujuan kejahatan disebut dengan kondisi kolusi sebagai bagian dari perilaku KKN.
  4. Pengabaian oleh manajemen. Manajemen dapat mengabaikan kebijakan atau prosedur yang telah ditetapkan untuk tujuan yang tidak sah seperti keuntungan pribadi manajer, penyajian kondisi keuangan yang berlebihan, atau kepatuhan semu.
  5. Biaya lawan manfaat. Biaya yang diperlukan untuk mengoperasikan sistem pengendalian intern tidak boleh melebihi manfaat yang diharapkan dari pengendalian intern tersebut.

Faktor-faktor keterbatasan tersebut menjadi penyebab dari pengendalian internal yang tidak efektif. Pengendalian internal tanpa dibarengi dengan kesadaran dan kemampuan personal dalam sebuah organisasi hanya akan memunculkan kecurangan-kecurangan lainnya, sehingga menimbulkan permasalahan baru dalam organisasi.

 REFERENSI:

  1. Pahala Nainggolan (2012). Manajemen Keuangan Lembaga Nirlaba. Jakarta: Yayasan Integrasi-Edukasi.
  2. Redyanwara Amanda, 2015. Analisis Sistem Pengendalian Internal pada Organisasi Nirlaba.AIESEC Indonesia.
Visit Us On FacebookVisit Us On TwitterVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram