Pengumpulan Data – Kuisioner

Quisioner adalah

Sobat YBIE, pada artikel sebelumnya kita telah membahas mengenai salah satu metode pengumpulan data yang dinilai efisien dalam suatu organisasi nirlaba yaitu observasi. Metode lain yang banyak dilakukan dalam pengumpulan data adalah metode kuisioner.

Apa yang dimaksud dengan kuisioner dan bagaimana penggunaannya?

Berikut pemaparannya.

Kuesioner adalah serangkaian pertanyaan (kumpulan pertanyaan tertulis) untuk mengumpulkan informasi dari tiap-tiap  individu. Penggunaan kuisioner ini lebih fleksible dibandingkan dengan observasi karena kamu dapat mengelola kuesioner melalui banyak media, seperti surat, telepon, menggunakan wawancara tatap muka, sebagai handout, atau secara elektronik (melalui email atau melalui kuesioner berbasis Web).

Kapan sebaiknya kuisioner digunakan sebagai metode pengumpulan data untuk evaluasi?

  1. Apabila sumber daya terbatas dan memerlukan data dari banyak orang.

Penggunaan kuisieoner sebagai metode pengumpulan data yang relatif murah. Hal ini didukung dengan penggunaaan teknologi berbasis web yang dapat digunakan sebagai sarana pengumpulan data secara online. Namun, biaya pengumpulan data  akan meningkat jika kamu melakukan banyak tindak lanjut dari kuisioner untuk mendapatkan tingkat respons yang memadai.

  1. Mengumpulkan data tentang pengetahuan, kepercayaan, sikap, dan perilaku individu.
  2. Kuisioner penting digunakan untuk melindungi privasi responden.

Kuesioner sangat membantu dalam menjaga privasi responden karena tanggapan responden dapat anonim atau rahasia. Hal ini sangat penting jika kamu mengumpulkan informasi yang bersifat sensitif.

 Bagaimana mengembangkan suatu kuisioner sebagai pengumpul data?

  1. Menentukan tujuan pengumpulan data.

Bagian terpenting dalam mengembangkan kuisioner adalah dengan menentukan tujuan dari pengumpulan data yaitu menentukan hasil yang diinginkan dan bagaimana kamu nantinya menggunakan informasi tersebut untuk menjawab pertanyaan evaluasi organisasi nirlaba.

  1. Menentukan jumlah dan jenis responden untuk kuesioner.

Hal ini penting karena jumlah dan jenis responden adalah bagian dari menentukan tujuan pengumpulan data. Misalnya, jika organisasi nirlaba memelukan informasi mengenai pendidik kesehatan yang mengikuti pelatihan dari organisasi nirlaba, maka responden kuisioner adalah guru yang berpartisipasi dalam pelatihan. Dalam hal ini, kamu juga harus memutuskan apakah harus menyertakan semua responden yang atau cukup sampel saja yang dijadikan bahan pengumpulan data. Hal ini tergantung pada jumlah responden yang mungkin dan sumber daya yang Anda miliki.

  1. Mengembangkan pertanyaan secara jelas dan komunikasikan dengan baik.

Caranya dengan menggunakan berbagai cara seperti

  • Menggunakan kata-kata yang jelas dan sederhana sehingga mudah dipahami oleh responden kuisioner.
  • Hindari penggunaan singkatan atau ungkapan sehari-hari.
  • Menggunakan sistem penilaian pertanyaan untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan komunikasi dalam kuisioner sebelum uji kuisioner dilakukan. (tes pendahuluan kuisioner untuk memastikan responden mengerti dan merespon dengan baik).
  1. Menentukan kapan pertanyaan bersifat tertutup dan terbuka.

Pertanyaan tertutup dimaksudkan sebagai daftar jawaban yang ditentukan sebelumnya dan dipilih oleh responden, sedangkan pertanyaan terbuka memungkinkan responden menjawab pertanyaan dengan kata-kata mereka sendiri (subjektif). Dalam hal ini, pertanyaan tertutup lebih mudah dianalisis sedangkan pertanyaan terbuka dapat digunakan untuk mengumpulkan informasi yang lebih mendalam atau jawaban yang tidak terduga. Kekurangannya, pertanyaan terbuka lebih sulit dan memerlukan waktu untuk dianalisis karena harus mengkategorikan dan meringkas jawaban pertanyaan.

  1. Tambahkan pertanyaan demografis.

Kuisioner biasanya mencangkup pertanyaan demografis seperti jenis kelamin, ras, usia, pendidikan dan sebagainya. Tujuan dari pertanyaan ini adalah untuk mendeskripsikan subkelompok responden. Cara yang mudah dilakukan adalah dengan membatasi pertanyaan demografis hanya untuk pertanyaan yang penting bagi analisis pertanyaan organisasi. Contohnya, jika pengumpulan data tidak berencana untuk membandingkan data berdasarkan usia, maka usia pada kuisioner tidak perlu disertakan.

  1. Tempatkan pertanyaan dalam urutan logis dan mengalir dengan baik.

Cara ini dilakukan untuk memudahkan reponden memberikan repson dengan baik. Mulailah dengan pertanyaan yang kurang sensitif dan akhiri pertanyaan yang lebih sensitif.

quisionerArtikel lengkap mengenai pengumpulan data dengan teknik kuisioner dapat kamu akses di tautan berikut : Pengumpulan Data – Kuisioner

REFERENSI:

  1. Pahala Nainggolan (2012). Manajemen Keuangan Lembaga Nirlaba. Jakarta: Yayasan Integrasi-Edukasi.
  2. Taylor-Powell E, Hermann C. Collecting Evaluation Data: Surveys. University of Wisconsin Cooperative Extension. 2000. Available at http://learningstore.uwex.edu/CollectingEvaluation-Data-Surveys-P1027C0.aspx
Visit Us On FacebookVisit Us On TwitterVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram