Pengumpulan Data Monitoring dan Evaluasi Organisasi Nirlaba

 

5. data collection

Sumber :www. Blog.viewpath.com

Dalam melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pelaporan hasil evaluasi program haruslah relevan dengan realitas yang ada. Oleh karena itu, dalam pengumpulan data di harapkan dapat memberikan gambaran kondisi terkini dari organisasi nirlaba.

Data yang terkumpul akan digunakan sebagai bahan analisis dan pengujian hipotesis yang telah dirumuskan. Pengumpulan data harus dilakukan dengan sistematis, terarah dan sesuai dengan permasalahan yang akan dievaluasi. Pemilihan teknik dan alat pengumpulan data yang sesuai perlu diperhatikan. Penggunaan teknik dan alat pengumpulan data yang tepat dapat membantu pencapaian hasil (penyelesaian masalah) yang valid dan handal (reliable).

Jika sumber data telah diketahui, lalu strategi dan instrumen apa yang akan digunakan dalam pengumpulan data. Dengan demikian, diperlukan instrument pengumpulan data untuk mencatat informasi yang tepat.

Dalam monitoring dan evaluasi, terdapat delapan pertanyaan kunci yang harus diajukan dalam membangun informasi dasar untuk setiap indikator pengumpulaan data. Pertanyaan ini penting agar organisasi nirlaba fokus terhadap capaian yang diharapkan.

Untuk memudahkan kamu dalam menganalisis kebutuhan pengumpulan data ini dapat digunakan tabel berikut:

2. Basic Pengumpulan data

Dengan menggunakan tabel tersebut, maka dapat menjadi pertimbangan pertama dalam memulai membangun suatu sistem informasi dalam bentuk indikator. Indikator inilah yang akan menjadi sumber informasi dengan isian data yang relevan.

Sumber data yang digunakan dalam indikator dapat digunakan dari dua sumber data.

4. bagan data primer

#Data primer

Data primer dikumpulkan langsung oleh organisasi nirlaba yang bersangkutan, meliputi data administtratif, anggaran, atau personil; survey; wawancara dan pengamatan langsung.

Kelebihan dari data primer adalah data yang mencerminkan kebenaran berdasarkan dengan apa yang dilihat dan diamati langsung. Kekurangan dari data primer adalah membutuhkan waktu yang reatif lama serta biaya yang dikeluarkan relatif cukup besar.

#Data sekunder

Data sekunder adalah sumber data penelitian yang diperoleh melalui media perantara atau secara tidak langsung, bisa berupa buku catatan, bukti fisik yang telah ada, atau arsip baik yang telah dipublikasikan maupun yang tidak dipublikasikan secara umuu. Dengan kata lain, data ini dikumpulkan dari pihak lain untuk kepentingan pengumpulan data organiasasi yang bersangkutan

Kelebihan dari data sekunder adalah waktu dan biaya yang dibutuhkan untuk pengumpulan data relatif lebih sedikit dibandingkan dengan pengumpulan data primer.

Kekurangan dari data sekunder ini adalah apabila sumber data terjadi kesalahan, kedaluarswa (informasi tidak terupdate), data tidak relevan, tentu saja dapat memengaruhi hasil.

Berikut merupakan kriteria mengevaluasi data sekunder :

  • Waktu Keberlakuan:

Jika saat dibutuhkan data tidak tersedia atau sudah kedaluwarsa, maka sebaiknya data tersebut tidak kita gunakan.

  • Kesesuaian

berhubungan dengan kemampuan data untuk digunakan menjawab masalah yang sedang diteliti.

  • Ketepatan

Apakah kita dapat mengetahui sumber-sumber kesalahan yang dapat mempengaruhi ketepatan data, misalnya apakah sumber data dapat dipercaya? Bagaimana data tersebut dikumpulkan atau metode apa yang digunakan untuk mengumpulkan data tersebut?

  • Biaya

Berapa besar biaya untuk mendapatkan data sekunder tersebut? Jika biaya jauh lebih dari manfaatnya, sebaiknya kita tidak perlu menggunakanya.

Pengumpulan data dilakukan untuk capaian indikator yang telah ditentukan sebelumnya. Data adalah sesuatu yang belum memiliki arti/sesuai yang dibutuhkan dan masih membutuhkan adanya suatu pengolahan. Data bisa memiliki berbagai wujud, mulai dari gambar, suara, huruf, angka, bahasa, simbol, bahkan keadaan. Semua hal tersebut dapat disebut sebagai data asalkan dapat kita gunakan sebagai  bahan monitoring dan evaluasi.

REFERENSI:

  1. Pahala Nainggolan (2012). Manajemen Keuangan Lembaga Nirlaba. Jakarta: Yayasan Integrasi-Edukasi.
  2. Rinda Hedwig (2006). Monitoring dan Evaluasi Internal dalam Penerapan Sistem Penjaminan Mutu. Model Sistem Penjaminan Mutu.
  3. Wholey, Joseph S. 2001. “Managing for Results: Roles for Evaluators in a New Management Era.” The American Journal of Evaluation. 22(3): 343–347.
Visit Us On FacebookVisit Us On TwitterVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram