Pengumpulan Data: Observasi

data collection

Sumber :www. Surveigizmo.com

Salah satu metode pengumpulan data yang efisien digunakan untuk evaluasi adalah observasi. Secara umum, observasi adalah metode pengumpulan data dengan melihat perilaku, kejadian, atau mencatat ciri fisik dalam lingkungan aslinya. Dalam prakteknya, observasi memiliki dua sifat yaitu

  1. Observasi terbuka
  2. Observasi rahasia/tersembunyi

Observasi ini mempunyai fungsi yang sama dalam pengumpulan data, namun pada observasi rahasia/tersembunyi, subyek yang diamati cenderung berperilaku secara alami karena ketidaktahuan subyek sedang dalam proses pengamatan. Lain halnya dengan observasi terbuka yang justru dilakukan secara terang-terangan karena berkaitan dengan etika dan prosedural pengamatan.

Kapan sebaiknya kamu menggunakan observasi untuk evaluasi?

  • Observasi dilakukan apabila organisasi ingin memahami proses atau situasi yang sedang berjalan. Melalui observasi kamu dapat memantau atau melihat proses atau situasi yang sedang kamu evaluasi.
  • Observasi dilakukan apabila organisasi menginginkan pengumpulan data tentang perilaku atau interaksi individu per-individu. Observasi memungkinkan kamu untuk mengamati perilaku dan interaksi orang secara langsung, atau mengamati hasil perilaku atau interaksi.
  • Observasi dilakukan apabila organisasi ingin mengetahui situasi secara fisik. Dengan melihat tempat atau lingkungan di mana sesuatu terjadi dapat membantu meningkatkan pemahaman tentang kejadian, aktivitas, atau situasi yang sedang di evaluasi. Misalnya, organisasi bisa mengamati apakah fasilitas pelatihan cukup kondusif untuk proses pembelajaran di suatu sekolah.
  • Observasi dilakukan apabila pengumpulan data dari individu bukanlah pilihan yang realistis. Jika responden tidak mau atau tidak dapat memberikan data melalui kuesioner atau wawancara, observasi adalah metode yang tepat untuk pengamatan terhadap individu.

Bagaimana cara melakukan merencanakan observasi?

  • Tentukan fokus. Coba pikirkan pertanyaan evaluasi yang ingin dijawab melalui observasi dan pilih beberapa area fokus untuk pengumpulan data. Misalnya, knda mungkin ingin mengetahui efisinsi sosialisasi kesehatan diterapkan di dareah terpencil. Area fokus kamu mungkin merupakan interaksi antara masyarakat dan pemateri sekaligus pengetahuan, keterampilan, dan perilaku pemateri.
  • Merancang sebuah sistem untuk pengumpulan data. Setelah kamu memfokuskan evaluasi, pikirkan poin spesifik yang ingin dikumpulkan data dan kemudian tentukan bagaimana kamu akan mengumpulkan informasi yang dibutuhkan. Ada empat cara dalam  mengumpulkan data pengamatan. Keempat cara ini dapat dikombinasikan untuk memenuhi data. Berikut ulasannya:
  1. Kebutuhan pengumpulan data.

Observasi dapat dilakukan dengan menggunakan lembar pencatatan dan daftar periksa sebagai cara paling standar untuk mengumpulkan data pengamatan dan mencakup pertanyaan dan tanggapan langsung. Formulir ini biasanya digunakan untuk mengumpulkan data yang dapat dijelaskan dengan mudah

  1. Panduan observasi yang mencantumkan interaksi, proses, atau perilaku yang harus diamati dengan ruang untuk merekam data narasi terbuka.
  2. Catatan lapangan adalah cara pengumpulan data observasi yang paling tidak terstandarisasi dan tidak memasukkan pertanyaan atau tanggapan preset. Catatan lapangan adalah data naratif terbuka yang dapat ditulis atau didikte ke tape recorder.
  3. Memberikan pelatihan pada observer (pengamat) Sangat penting bagi para observer untuk terlatih dalam proses pengumpulan data untuk memastikan data berkualitas dan konsisten. Tingkat pelatihan akan bervariasi berdasarkan kompleksitas pengumpulan data dan kemampuan individu pengamat.

Manfaat pengumpulan data observasi:

  1. Kumpulkan data dimana dan kapan suatu peristiwa atau aktivitas sedang terjadi (actual)
  2. Tidak bergantung pada kemauan orang atau kemampuan untuk memberikan informasi.
  3. Memungkinkan kamu untuk langsung melihat apa yang orang lakukan daripada mengandalkan apa yang orang lain katakan bahwa mereka melakukannya.

Kekurangan pengumpulan observasi.

  1. Rentan terhadap bias pengamat.
  2. Rentan terhadap “hawthorne’s effect”, yaitu orang biasanya berkinerja lebih baik saat mereka mengetahui bahwa mereka diamati, walaupun pengamatan rahasia/tersembuny dapat mengurangi masalah ini.
  3. Rentan terhadap kelebihan biaya dan waktu dibandingkan dengan metode pengumpulan data lainnya.
  4. Tidak dapat menjelaskan perubahan perilaku orang sebagai subyek pengamatan.

 

REFERENSI:

  1. Pahala Nainggolan (2012). Manajemen Keuangan Lembaga Nirlaba. Jakarta: Yayasan Integrasi-Edukasi.
  2. Evaluation and Civic Activism Curriculum. Module 3: Data Collection Methods and Evaluation Tools. Social Policy Research Associates. Available at http://www.evaluationtools.org/files/Guidelines%2 0for%20Observations.pdf Evaluation.
Visit Us On FacebookVisit Us On TwitterVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram