Perbedaan Efektif dan Efisien dalam Organisasi Nirlaba

sumber: www.iCampus.com

Efektif dan efisien adalah dua kata yang familiar kita dengar dan cenderung memiliki kesamaan makna. Tapi tahukah kamu bahwa kata tersebut memiliki arti yang berbeda?

Menurut ahli ekonomi, menyebutkan bahwa efektif dan efisien mempunyai pandangan yang berbeda terutama  keterkaitannya dalam dunia organisasi nirlaba.

Efektif diartikan sebagai suatu perbandingan antara input dengan output di dalam berbagai aktifitas atau kegiatan hingga dengan pencapaian suatu tujuan tertentu untuk dapat dipenuhi sesuai dengan kualitas dan kuantitas hasil kerja serta batas waktu yang ditentukan.

Sedangkan efisien adalah suatu pencapaian tujuan atau target dengan menggunakan biaya (input) dalam jumlah yang sama demi memberikan hasil (output) lebih besar. Efisien juga didefinisikan sebagai kemampuan untuk melakukan suatu aktifitas atau kegiatan untuk memberikan hasil yang memuaskan namun tidak memboroskan waktu, energi, maupun uang.

Penggunaan efektif dan efisien biasanya untuk penilaian organisasi, dimana efisiensi memberikan data yang berbeda dibandingkan dengan efektivitas. Untuk memudahkan pemahaman mengenai keduanya dapat dilihat melalui gambar berikut.

1. efektif dan efisien

Secara garis besar, efektifitas organisasi berorientasi pada output, outcome, hingga dampak yang dihasilkan. Hal ini digunakan untuk mengukur sejauh mana organisasi mampu mencapai tujuannya dan pengaruhnya terhadap kondisi dan lingkungan sosialnya. Biasanya, efektivitas menentukan kebijakan atau peranan organisasi secara spesifik. Sedangkan efisiensi lebih mengacu kepada hubungan antara input dan output atau seberapa berhasilnya input telah diubah menjadi output.

Tentu bukan hal yang mudah bagi sebuah organisasi nirlaba untuk mewujudkan program kerja yang efektif dan efisien. Untuk meningkatkan kualitas manajemen organisasi maka harus disertai dengan adanya komunikasi, interaksi, kepemimpinan, arahan, kemampuan beradaptasi dan tentu saja lingkungan yang positif. Efektifvitas dan efisiensi bersifat ekslusif, namun pada saat bersamaan dapat memengaruhi satu sama lain. Oleh karena itu, penting bagi organisasi untuk memastikan keduanya berjalan dengan baik.

Sebagai contoh, organisasi bisa dikelola secara efektif, namun karena manajemen operasionl yang buruk, maka entitas akan terlihat tidak efisien. Seperti halnya pengelolaan sumber daya, jika organisasi memiliki sumber daya yang mumpuni namun tidak inovatif atau tidak mampu menghasilkan sesuatu yang bernilai, maka bisa dipastikan organisasi tersebut gagal dalam mencapai tujuan jangka panjangnya.

Oleh karena itu, untuk mencapai kinerja organisasi yang produktif, organisasi harus berusaha keras meningkatkan indikator efisiensi dan efektivitas secara merata.

REFERENSI:

  1. Pahala Nainggolan (2012). Manajemen Keuangan Lembaga Nirlaba. Jakarta: Yayasan Integrasi-Edukasi.
  2. Iluna Bartusevisene (2013) dalam Jurnal berjudul Organization Assessment: Effectivness vs Efficiency yang diterbitkan di Social Transformation in Contemporary Society.
  3. Admin(2015) dalam artikel bejudul Perbedaan Efektifitas dan Efisiensi menurut Para Ahli dapat diakses melalui http://perbedaanterbaru.blogspot.co.id/2015/07/perbedaan-efektif-dan-efisien-menurut.html.
Visit Us On FacebookVisit Us On TwitterVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram