Seri Tutorial E-SPT: Pengisian E-SPT Pajak Penghasilan Pasal 21

Seri Tutorial E-SPT: Pengisian E-SPT Pajak Penghasilan Pasal 21

Mulai tanggal 1 April 2018, SPT Masa PPh 21 wajib dilaporkan secara online (e-Filing). Ketentuan ini berlaku sejak diterbitkannya Peraturan Menteri Keuangan No.9/PMK.03/2018.
Jika Anda belum pernah melakukan e-Filing sebelumnya, simak hal-hal yang harus Anda persiapkan sebelum melakukan melaporkan E_SPT Melalui E-Filling.

A. Mengisi E-SPT PPh Pasal 21

Pertama yang harus disiapkan adalah perangkat komputer yang telah diInstall dengan E-SPT PPh Pasal 21.
Berikut langkah-langkah dalam mengisi E-SPT PPh Pasal 21/26 :

  • Buka laman E-SPT kemudian pilih database yang akan dibuka, Login database menggunakan
    username : administrator
    password: 123

pajak1

 

  • Pilih SPT kemudian buat SPT

pajak2

  • Pilih Isi SPT untuk pegawai tetap klik Daftar Pemotongan Pajak (1721-1) kemudian pilih Satu Masa Pajak. Apabila akan input data transaksi pilih Tambah

pajak3

  • Isikan data nomor NPWP, Nama, Kode Objek Pajak, jumlah penghasilan bruto dan PPh dipotong, kemudian klik simpan.

pajak4

  • Untuk menginput transaksi pembayaran kepada bukan pegawai tetap pilih Isi SPT kemudian pilih Daftar Bukti Potong pilih Tidak Final (1721-II).
    Apabila akan menginput transaksi atas pembayaran konsultan maka klik Baru pada tampilan menu.
    Isikan data NPWP, Nama, NIK, Alamat. Kemudian pilih Kode Objek pajak,
    Untuk konsultan yang hanya sekali pembayaran dalam tahun fiskal kode akun pajak 21-100-09 selanjutnya isikan penghasilan brutonya dan dasar pengenaan pajak dan PPh terutang akan terisi secara otomatis.

pajak5

Untuk konsultan yang pembayarannya dalam tahun fiskal lebih dari satu kali maka kode akun pajak 21-100-08 maka secara otomatis akan keluar menu detail perhitungan.
Isikan seperti contoh dibawah ini

pajak6

 

  • Setelah proses pengisian SPT selesai selanjutnya pilih menu Isi SPT pilih SPT Induk (1721) maka akan tampil jumlah pajak terutang

pajak7

  • Selanjutnya Pajak yang terutang harus dibayarkan terlebih dahulu untuk memperoleh nomor NTPN. Setelah mendapatkan nomor NTPN langkah berikutnya memasukan data tersebut ke dalam daftar SSP seperti tampilan dibawah ini

pajak8

  • Setelah semua terisi dengan benar kemudian kita kembali ke menu Isi SPT pilih SPT Induk klik B.1 Daftar Pemotongan, B.2. Penghitungan PPh sudah sesuai, lanjut kebagian D lampiran check list yang akan dilampirkan, kemudian pilih bagian E. Pernyataan dan Ttd Pemotong lalu klik simpan.

pajak9

  • Langkah selanjutnya pilih menu CSV  pada tampilan layar kemudian pilih Pelaporan SPT, pilih Masa yang akan dilaporkan kemudian klik Buat file CSV file CSV akan secara otomatis tersimpan di folder yang kita pilih.

pajak10

B. Pelaporan SPT melalui E-Filling

Untuk pelaporan SPT melalui E-filling, ikuti langkah berikut :

  • Masuk ke laman website DJP On-line isi No. NPWP dan Pasword kemudian ketik kembali kode captcha

pajak11

  • Maka tampilan DJP online seperti gambar berikut, kemudian Pilih e-filling untuk pelaporan SPT

pajak12

  • Kemudian klik buat SPT

pajak13

  • Selanjutnya upload file CSV  dan upload lampirannya berupa NTPN dan bukti potong pajak untuk bukan pegawai tetap dalam satu file dan diberi nama sesuai dengan nama ketika kita membuat file CSV.

pajak14

  • Lalu klik start Upload kemudian Pilih Kirim

pajak15

Jika anda mengalami kendala, hubungi kami , kami siap membantu, Salam transparansi NGO

Visit Us On FacebookVisit Us On TwitterVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram