Seri Tutorial E-SPT: Pengisian E-SPT Pajak Penghasilan Pasal 23

Sebelumnya kita akan bahas dan mengidentifikasikan apa saja yang merupakan objek PPh Pasal 23 dan yang bukan merupakan objek pemotongan berdasarkan PPh Pasal 23. Berikut adalah objek dan bukan objek berdasarkan PPh Pasal 23 tersebut :

A. Objek PPh Pasal 23 adalah:

  1. Dividen
  2. Bunga
  3. Royalti
  4. Hadiah, penghargaan dan sejenisnya selain yang telah dipotong PPh Pasal 21
  5. Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta, kecuali sewa tanah dan atau bangunan.
  6. Imbalan sehubungan dengan jasa teknik, jasa manajemen, jasa kontruksi, jasa konsultan, dan jasa lain selain jasa yang telah dipotong PPh Pasal 21 (PMK 244/PMK.03/2008) (dalam hal ini yang merupakan PPh pasal 23 yaitu apabila menerima jenis penghasilan ini adalah selain WP OP.

B. Yang bukan merupakan objek pemotongan PPh Pasal 23

  1. Penghasilan yang dibayar atau terutang kepada bank
  2. Sewa yang dibayarkan atau teutang sehubungan dengansewa guna usaha dengan hak opsi
  3. Dividen yang bukan objek PPh pasal 4 ayat 3 huruf f dan dividen yang diterima oleh orang pribadi
  4. Bagian laba yang bukan objek PP Pasal 4 ayat 3 huruf i
  5. Sisa hasil usaha koperasi yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggotanya
  6. Penghasilan yang dibayar atau terutang kepada badan usaha atau jasa keuangan.

Berikut adalah langkah-langkah yang dibutuhkan untuk mengisi SPT PPh Pasal 23 :

  • Buka laman E-SPT kemudian pilih database yang akan dibuka, Login database menggunakan
    username : administrator
    password: 1

spt23-1

  • Dalam tampilan layar ada 5 pilihan Menu yaitu :
    Program untuk membuat SPT dan membuka SPT yang telah dibuat.
    SPT PPh untuk mengisi daftar bukti potong dan daftar setoran pajak yang telah dibayarkan
    SPT Tools untuk menghapus SPT, Menu cetakan SPT dan melaporkan SPT berupa file CSV  serta Utility untuk mengisi data wajib pajak, referensi, tarif, impor data dan ekspor data dan ubah pasword. Setelah kita mengenal menu dalam tampilan kemudian kita akan mencoba membuat SPT Masa Pajak maret 2018 pilih Masa Pajak, tahun pajak dan pilih Buat pada tampilan menu

spt23-2

 

  • Klik SPT PPh lalu  Bukti potong PPh Pasal 23, nomor bukti akan digenerate secara otomatis kita tinggal memilih jenis transaksi dari pemotongan pajak

spt23-3

  • Setelah semua transaksi pemotongan PPh Pasal 23 terinput akan tampil di daftra pemotongan pajak penghasilan Pasal 23 dan atau pasal 26

spt23-4

  • Kemudian isikan NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan negara) dari bukti bank yang telah disetorkan

spt23-5

  • Kemudian Pilih SPT PPh dan pilih Surat Pemberitahuan ( SPT ) Masa PPh Pasal 23 dan atau 26, tampilan seperti dibawah, pilih cetak untuk diprint out.

spt23-6

  • Pilih Menu SPT Tools, klik Pembuatan file lapor data SPT(*CSV), pilih masa pajak, tahun pajak klik tampilkan data, lalu lokasi file yang akan menyimpan file CSV setelah selesai klik Create File

spt23-7

Sampai dengan saat ini E SPT PPh Pasal 23 masih dalam tahap persiapan untuk dilaporkan melalui E-Filling. Jika belum bisa di upload ke dalam E Filling pelaporan SPT maka kantor pajak masih menerima pelaporan secara manual khusus untuk Pph Pasal 23.

Visit Us On FacebookVisit Us On TwitterVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram