Pelatihan Knowledge Management: Memperkuat Analisis Lintas Sektor untuk Organisasi Masyarakat Sipil 

Pelatihan Knowledge Management: Memperkuat Analisis Lintas Sektor untuk Organisasi Masyarakat Sipil 

Dari sekadar gudang arsip, menjadi navigasi strategis advokasi lintas-sektor

Latar Belakang 

Dalam beberapa tahun terakhir, organisasi masyarakat sipil semakin menyadari pentingnya Knowledge Management (KM) sebagai fondasi penguatan kapasitas organisasi. Banyak organisasi telah mulai menerapkan praktik dasar KM, khususnya dalam bentuk dokumentasi, penyimpanan data, serta pengelolaan arsip pengetahuan. Upaya ini merupakan langkah awal yang penting dalam membangun sistem pembelajaran organisasi yang berkelanjutan.

Namun demikian, dalam praktiknya masih terdapat tantangan dalam mengoptimalkan pemanfaatan pengetahuan sebagai aset strategis organisasi. Pengetahuan yang telah terdokumentasi seringkali belum dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung proses analisis, pengambilan keputusan, maupun perencanaan program. Selain itu, integrasi pengetahuan lintas unit kerja atau lintas isu juga masih menjadi tantangan, sehingga potensi pembelajaran kolektif belum sepenuhnya terwujud.

Di sisi lain, penguatan mekanisme refleksi dan pembelajaran organisasi menjadi semakin penting di tengah kompleksitas tantangan pembangunan dan dinamika konteks kerja organisasi. Sistem KM yang efektif tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan informasi, tetapi juga sebagai infrastruktur strategis yang memungkinkan organisasi belajar dari pengalaman, beradaptasi dengan perubahan, serta meningkatkan kualitas dampak program.

Sebagai kelanjutan dari pembelajaran dasar yang telah tersedia melalui platform Pojok Belajar CSO secara gratis, diperlukan program tingkat lanjut yang berfokus pada penguatan kapasitas strategis dalam pengelolaan pengetahuan. Program ini dirancang untuk mendukung organisasi mentransformasi praktik KM dari sekadar aktivitas administratif menjadi sistem pendukung keputusan yang berorientasi pada dampak dan pembelajaran berkelanjutan.

Tujuan

Pelatihan ini bertujuan untuk:

  1. Membantu organisasi mengidentifikasi hambatan aliran pengetahuan internal.
  2. Menguatkan kapasitas peserta dalam menggunakan KM sebagai alat pengambilan keputusan strategis.
  3. Mendorong integrasi pengetahuan lintas unit dan lintas isu.
  4. Membangun sistem pembelajaran organisasi yang berkelanjutan.
  5. Menghasilkan peta jalan peningkatan KM yang aplikatif dan kontekstual bagi masing-masing organisasi.

Waktu dan Tempat Kegiatan

Hari/Tanggal : Senin – Selasa, 30 – 31 Maret 2026

Jam : 09.00 – 12.00 WIB

Tempat : Online, Zoom

Bentuk Aktivitas 

Program ini diselenggarakan dalam format klinik intensif daring yang berfokus pada praktik dan simulasi berbasis kasus nyata organisasi peserta, dengan metode pembelajaran meliputi:

  • Paparan konseptual terarah;
  • Audit pengetahuan organisasi;
  • Praktik langsung menggunakan data organisasi peserta;
  • Klinik desain sistem KM.

Agenda Kegiatan

Fasilitator Utama & Co-Fasiltator : Ferry Sirait & Ranggoaini (Nieke) Jahja

Day 1 – Senin, 30 Maret 2026
Waktu Durasi Kegiatan
8:30 9:00 0:30 Registrasi (memasuki ruangan Zoom)
9:00 9:15 0:15 Pembukaan dan Perkenalan
9:15 10:30 1:15 Sesi 1: The Knowledge Audit Flow Melacak “kebocoran” pengetahuan.

Mengapa pengalaman berharga di lapangan sering gagal sampai ke meja manajemen?

10:30 11:30 1:00 Sesi 2: Double-Loop Learning Mechanism Membongkar autopsi kegagalan.

Belajar teknik After Action Review untuk menginterogasi asumsi program, bukan sekadar menilai capaian..

11:30 12:00 0:30 Diskusi, Tanya Jawab dan Penutup

Day 2 – Selasa, 31 Maret 2026
Waktu Durasi Kegiatan
8:30 9:00 0:30 Registrasi (memasuki ruangan Zoom)
9:00 9:15 0:15 Pembukaan dan dan review singkat Hari Ke-1
9:15 10:30 1:15 Sesi 3: Designing ‘Living’ Repository Membangun arsitektur repositori yang “bernapas”.

Mengubah sistem Storage-based menjadi alat respons krisis yang taktis.

10:30 11:30 1:00 Sesi 4: Synthesis for Decision Making The Intersectional Teaser.

Bagaimana memadukan data dari berbagai unit/sektor menjadi satu insight advokasi atau kebijakan yang solid.

11:30 12:00 0:30 Diskusi, Tanya Jawab 

Penutup & pengisian feedback form

Tentang Fasilitator Utama & Co-fasilitator

Ferry Edwin Sirait Knowledge Strategist | Associate Director at Center for Civic Engagement and Studies (CCES) 

Praktisi Digital Humanities, ahli Knowledge Management strategis, membawa fondasi pemikiran filsafat yang dipadukan dengan ketajaman teknis sebagai Information Security Auditor dan Data Protection Officer (DCPO) tersertifikasi BNSP, Ferry mendefinisikan ulang cara kerja organisasi. Ia menggunakan pendekatan transdisipliner dan Systems Thinking untuk membantu NGO/CSO membangun arsitektur kecerdasan kolektif yang tidak hanya cerdas dan partisipatif, tetapi juga memiliki ketahanan keamanan data yang tinggi.

Berakar pada lebih dari satu dekade pengalaman mendampingi komunitas melalui jurnalisme ekologi sosial dan agraria, Ferry memiliki rekam jejak unik dalam menerjemahkan kompleksitas isu lapangan ke dalam ekosistem digital. Ia mengembangkan instrumen taktis seperti database berbasis pemrograman dan web documentary untuk memperkokoh daya tawar dan presisi advokasi masyarakat sipil. Melalui inovasi yang mensintesiskan teknologi narasi, humaniora digital, dan keamanan informasi, ia memfasilitasi organisasi untuk keluar dari batas sektoralnya. Pendekatannya yang integratif ini berhasil mengubah tumpukan dokumentasi pasif menjadi “pengetahuan hidup” yang mengkatalisasi dampak strategis dan keberlanjutan organisasi.

Ranggoani Jahja Pakar Desain Strategis & Pembelajaran Sosio-Kultural | Director at Center for Civic Engagement and Studies (CCES)

Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun dalam tata kelola NGO dan desain program keadilan sosial. Berpijak pada latar belakang akademik interdisiplin Psikologi dan Antropologi, ia secara konsisten menerapkan metodologi campuran untuk merancang sistem Monitoring, Evaluation, and Learning (MEL) yang taktis. Kepakarannya berfokus pada transformasi proses evaluasi konvensional menjadi infrastruktur pembelajaran organisasi yang nyata dan berpusat pada dinamika manusia.

Nieke terbiasa menjembatani realitas sosio-kultural, melalui pendekatan fasilitasi lintas-pemangku kepentingan, ia memastikan setiap temuan lapangan dibagikan secara efektif di seluruh jaringan organisasi dan masyarakat sipil. Pendekatan analitisnya ini terbukti ampuh membimbing berbagai lembaga untuk mengubah tumpukan data evaluasi menjadi insight strategis yang menggerakkan inovasi.

Detail Pelatihan

Harga: 899.000/peserta

Link Pendaftaran: bit.ly/Regis-pelatihanKM2026  

Narahubung: Syafira (syafira@usahasosial.com / 6285232749290

 

Sasaran Peserta

Peserta kegiatan merupakan perwakilan organisasi masyarakat sipil yang:

  • Memiliki peran dalam pengelolaan pengetahuan, program, strategi, atau pembelajaran organisasi;
  • Berkomitmen menerapkan hasil pelatihan dalam sistem organisasi.

Kebutuhan dan Prasyarat Peserta

Peserta diharapkan:

  • Memiliki pemahaman dasar mengenai konsep Knowledge Management. Dapat dilakukan dengan menonton video kursus atau membaca modul yang disediakan secara gratis melalui platform Pojok Belajar CSO.
  • Membawa contoh dokumen organisasi untuk praktik (misalnya laporan kegiatan, SOP, database program, atau catatan pembelajaran).
  • Mengikuti seluruh sesi pelatihan secara penuh selama dua hari.
  • Memiliki koneksi internet stabil serta perangkat yang mendukung proses pembelajaran daring.
  • Mendapat dukungan organisasi untuk mengimplementasikan hasil pelatihan.

Output Pelatihan

Setiap peserta akan menghasilkan:

Dokumen “KM Improvement Roadmap” organisasi, yaitu rencana peningkatan sistem Knowledge Management yang spesifik, realistis, dan dapat langsung diimplementasikan.

0590345
Visit Today : 2012
This Month : 38975
Hits Today : 3353
Total Hits : 1648846
Who's Online : 9
Visit Us On FacebookVisit Us On TwitterVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram