Konsultan Pelibatan Media Massa (Mass Media Engagement Consultant)
A. Latar Belakang Tentang Koaksi Indonesia
Coaction Indonesia, atau Koaksi Indonesia dalam bahasa Indonesia, adalah organisasi nirlaba yang berperan sebagai simpul jejaring dan simpul pembelajaran ide-ide inovatif untuk berkontribusi pada program-program pembangunan berkelanjutan di seluruh wilayah Nusantara. Koaksi bekerja sama dengan pembuat kebijakan, sektor swasta, akademisi, organisasi masyarakat sipil, komunitas, dan penggerak muda untuk memberikan solusi dan aksi konkret dalam rangka percepatan pengembangan energi terbarukan yang nantinya akan menjadi pendorong inisiatif perubahan di sektor-sektor lain, seperti transportasi berkelanjutan dan pangan.
Khusus isu energi terbarukan, Koaksi Indonesia menyasar pada sektor ketenagalistrikan dan akses energi yang terjangkau di daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dengan bentuk-bentuk intervensi yang dapat mempercepat pengembangan energi terbarukan. Intervensi yang dilakukan Koaksi Indonesia fokus pada kampanye dan advokasi, peningkatan kapasitas, dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi.
Dengan semangat kolaborasi, Koaksi Indonesia mengajak pemangku kepentingan untuk mengambil peran dalam mengawal pencapaian target 23 persen untuk energi terbarukan dalam bauran energi nasional, termasuk mendorong transformasi kebijakan energi, membuat komitmen bersama, dan membangun kebutuhan publik untuk energi terbarukan, karena masa depan energi terbarukan di Indonesia sangat bergantung pada pemahaman dan keinginan kuat dari pemangku kepentingan agar mampu membuat arah yang jelas dan konsisten dengan misinya.
Latar Belakang Kebutuhan Konsultan
Koaksi Indonesia memerlukan dukungan Konsultan Pelibatan Media Massa (Mass Media Engagement Consultant) dengan pemahaman mendalam atas dinamika industri media, jaringan luas dengan jurnalis nasional dan daerah, serta keahlian dalam menyusun dan mengeksekusi strategi komunikasi publik berbasis hasil (results-driven). Kebutuhan ini muncul seiring dengan semakin strategisnya komunikasi publik dalam memperkuat kampanye advokasi Koaksi, khususnya pada isu-isu yang kompleks seperti transisi energi dan green jobs—dimana eksposur media perlu menghasilkan perubahan persepsi, dukungan publik, dan kebijakan yang nyata.
Konsultan yang diharapkan harus mampu:
- Merancang dan melaksanakan strategi pelibatan media berbasis evidence dan dampak;
- Memetakan dan membangun relasi efektif dengan berbagai tipe media (arus utama, alternatif, komunitas, digital);
- Menyusun narasi berkualitas, membangun agenda setting, serta mendorong eksposur isu strategis Koaksi secara tepat sasaran;
- Memonitor, menganalisis, serta merespons isu media secara adaptif dan kolaboratif, dengan orientasi pada hasil yang terukur, bukan sekadar aktivitas.
Posisi ini krusial untuk memastikan pesan-pesan Koaksi sampai ke audiens prioritas dan mampu mendorong perubahan yang sejalan dengan tujuan organisasi.
B. Lingkup Pekerjaan
1 Perencanaan Strategis Media Engagement
- Menyusun Media Engagement Plan yang memuat strategi, target audiens, tema isu, pesan utama, dan KPI terukur.
- Menentukan media prioritas (nasional, regional, alternatif) dan database kontak media dan jurnalis target.
- Menyesuaikan strategi dengan dinamika isu iklim, energi, dan pembahasan media terkini.
2 Pengelolaan Hubungan Media (Media Relations)
- Membangun dan memelihara jaringan dengan jurnalis, editor, dan redaksi.
- Melakukan pitching isu kepada media sesuai kalender editorial.
- Menginisiasi kolaborasi media (misal, siaran pers, artikel, wawancara, dst).
- Mempersiapkan event Koaksi terkait media (misal, briefing, konferensi pers, atau fellowship).
3 Pengembangan dan Distribusi Konten
- Menulis dan mengedit bahan komunikasi: siaran pers, artikel opini (op-ed), fitur, dst.
- Mengelola publikasi konten media di berbagai platform media.
- Koordinasi dengan tim internal untuk memastikan pesan sesuai misi organisasi.
4 Penyelenggaraan dan Pendukung Event Media
- Menyelenggarakan media briefing, konferensi pers, dan editorial meeting, atau yang sesuai dengan rencana kerja tim program.
- Mendampingi serta memfasilitasi liputan dan wawancara dengan PIC organisasi yang memiliki kewenangan.
- Memastikan kehadiran media relevan dan mengoptimalkan eksposur.
5 Monitoring, Analisis, dan Pelaporan
- Memantau pemberitaan, menginformasikan secara berkala kepada tim, dan menganalisis pemberitaan (jumlah, jangkauan, sentimen, atau dengan mekanisme lain yang berlaku umum).
- Menganalisis respons media terhadap konten dan isu yang diangkat.
- Menyusun laporan berkala yang mencakup pembelajaran dan rekomendasi penguatan kampanye.
- Mengidentifikasi potensi isu dan krisis yang perlu respons cepat.
C. Output
1 Dokumen Strategi Media Engagement
- Dokumen Media Engagement Plan dengan menjelaskan KPI yang dapat diukur serta strategi menuju pencapaian target tersebut
- Rencana Kerja
2 Peta Ekosistem Media & Database Kontak Jurnalis Aktif
Pemetaan umum dan database kontak media terkini sesuai dengan jangkauan media prioritas Koaksi Indonesia (nasional, regional, alternatif; tier 1 – 3; mainstream-alternatif-digital)
3 Siaran Pers
Minimal 6 siaran pers dengan tingkat publikasi >12 tayangan/release, targeting media mix (70% mainstream, 20% online, 10% komunitas).
Digital-First Approach:
- Social Media Integration: Setiap siaran pers disertai social media toolkit (quotes, visuals, hashtags).
- SEO Optimization: Semua konten dioptimalkan untuk search engine dengan target keywords.
- Multimedia Content: Min. 50% output disertai elemen visual (infografik, video, atau interactive content).
4 Thought Leadership Content: Artikel Opini/Artikel Feature oleh Koaksi maupun pihak eksternal
- Minimum membuat 2 artikel untuk Artikel Opini berbahasa Indonesia memadai untuk ditayangkan di Kompas atau Tempo.
- Minimum membuat 2 artikel untuk Artikel Feature berbahasa Indonesia memadai untuk ditayangkan di media mainstream, online, dan komunitas.
5. Media Event
Membuat Editor’s Meeting dan Media Fellowship yang sudah tercantum dalam rencana kerja 2025 dengan output pemberitaan/coverage – didiskusikan dengan lebih detail dengan Manajer Komunikasi dan Kampanye.
6. Inisiasi/kolaborasi liputan khusus dengan media (misal: wawancara, series, podcast, infografik, atau konten video)
Minimum 2 inisiatif kolaborasi di platform berbeda (podcast, video series, atau infografik interaktif) dengan target memperluas dan mengamplifikasi pesan kampanye Koaksi Indonesia.
7. Monitoring/Media Intelligence & Analisis Media
- Update bulanan pemberitaan relevan dan menarik terkait fokus isu Koaksi Indonesia
- Update bulanan pemberitaan terkait Koaksi Indonesia.
- Laporan pemantauan berita dan analisis dalam kegiatan-kegiatan spesifik Koaksi Indonesia.
- Laporan pemantauan berita mencakup analisis seperti media massa yang mengangkat berita tersebut & kualitas pemberitaan (reach, sentiment, trend), insight strategi, dan rekomendasi tindak lanjut.
8. Crisis Communication Preparedness
Protokol responsif krisis + 1 studi kasus penanganan (nyata atau simulasi) dengan dokumentasi praktik baik.
9. Knowledge Transfer dan Dokumentasi
Penyerahan semua dokumen/arsip digital media engagement (database, materi release, clippings, rekaman, dsb) di akhir periode kerja (handover).
D. Mekanisme Kerja dan Pengawasan
- Status: Konsultan eksternal.
- Durasi: 6 bulan, dengan opsi perpanjangan hingga 9 bulan bila diperlukan.
- Periode: Agustus 2025 – Februari/Maret 2026.
- Metode: Hybrid (offline dan online), sesuai kebutuhan.
- Pelaporan: Bulanan kepada Manajer Komunikasi dan Kampanye.
E. Kualifikasi
- Pendidikan minimal S1 Jurusan Jurnalistik, Komunikasi, Hubungan Masyarakat, atau bidang relevan.
- Pengalaman minimum 3 tahun di media arus utama atau peran media engagement.
- Memiliki jejaring luas dengan media nasional dan daerah, termasuk komunitas dan media alternatif.
- Pengalaman menulis press release, artikel opini, dan mengelola acara media (portofolio dilampirkan)
- Keterampilan bahasa Indonesia dan Inggris yang baik secara lisan dan tulisan.
- Kemampuan analisis media dan pemantauan isu dengan perangkat yang relevan.
- Familiar dengan isu energi terbarukan, pembangunan berkelanjutan, atau lingkungan merupakan nilai tambah.
- Mampu bekerja mandiri dan tim lintas fungsi dalam organisasi.
- Konsultan bertanggung jawab atas keaslian konten dan bahan publikasi.
- Konsultan wajib menjaga kode etik media dan organisasi.
- Konsultan harus menjaga kerahasiaan informasi.
- Surat Lamaran Kerja (Cover Letter)
- Daftar Riwayat Hidup (Curriculum Vitae)
- Portofolio pekerjaan serupa (dengan tautan atau lampiran)
3. Dokumen-dokumen tersebut dikirimkan melalui surat elektronik ke alamat:
- Recruitment Unit Yayasan Koaksi Indonesia
- Email: secretariat@coaction.id
- dengan subject email: Konsultan Pelibatan Media Massa (Mass Media Engagement Consultant)
- Tenggat waktu pengajuan adalah Selasa, 12 Agustus 2025
4. Koaksi Indonesia akan melakukan seleksi administrasi dan teknis atas dokumen yang masuk. Hanya kandidat terpilih yang akan dihubungi untuk mengikuti proses lebih lanjut.
5. Koaksi Indonesia berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan beragam. Semua pihak, tanpa memandang latar belakang suku, agama, jenis kelamin, disabilitas, orientasi seksual, usia, atau status lainnya, memiliki kesempatan yang setara untuk bekerja sama dan berkembang bersama organisasi kami.




Visit Today : 788
This Month : 66435
Hits Today : 1072
Total Hits : 1400850
Who's Online : 15